Kotoran Sapi yang Berasal dari TPST Piyungan : Lembek dan Berwarna Agak Hitam.

Posted by
Spread the love

Warto-Mbantul.Com_Pemandangan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang berada di Dusun NgablakĀ  Sitimulyo Piyungan Bantul, setiap pagi sampai sore hari terlihat lebih kurang 1.000 ekor sapi mencari makan berbaur dengan para pemulung. Meski sapi di TPST Piyungan terlihat agak gemuk namun seperti terlihat lesu, mata sayu.

Hal ini di pengaruhi kekurangan air minum khususnya di musim kemarau dan kondisi pakan yang berasal dari berbagai limbah.
Dari informasi yang di himpun dari Ketua Paguyuban Pemulung Mardiko, sekitar tahun 2012 pernah diadakan penelitian dari mahasiswa dengan mendata jumlah sapi yang ada di TPST Piyungan dengan cara menghitung di beberapa titik akses jalan keluar masuk TPST, dengan hasil jumlahnya mencapai sekitar 1.200 ekor sapi dan 200 ekor kambing.
Awal mula adanya sapi yang di lepasliarkan di TPST Piyungan, dari keterangan peternak Mbah Samto, pada tahun 1996 pihaknya bersama beberapa orang mengadakan study banding di TPST Putri Cempa Solo. Di sana terlihat banyak sapi yang dilepaskan dan bisa bertahan hidup. Hasil study ini kemudian di terapkan di TPST Piyungan atau lebih di kenal TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Ciri khas sapi yang berasal dari TPST Piyungan sebagian di samping terlihat lesu, mata sayu adalah kotorannya (tletong – Jawa) berwarna agak hitam dan lembek.(U2)

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *