Bantul – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bantul menggelar kegiatan Halaqoh Pergerakan dan Konferensi Cabang (Konfercab) III pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 09.45 WIB di Aula Kantor PCNU Kabupaten Bantul, Jalan Marsda Adisucipto No. 45, Karangbayam, Bantul.
Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Arah Gerak dan Kepemimpinan untuk PMII Bantul yang Berdaya dan Berkelanjutan” tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari pengurus dan kader PMII di wilayah Kabupaten Bantul.
Ketua Umum PC PMII Bantul, Tubagus Izmi Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun semangat kader melalui berbagai aktivitas positif serta refleksi bersama mengenai arah gerakan organisasi ke depan.
Ia menekankan bahwa penguatan organisasi tidak cukup hanya melalui wacana, tetapi harus dimulai dari komitmen pribadi setiap kader untuk terus bergerak dan berproses.
“Semangat membangun gagasan tidak perlu menunggu momentum besar. Setiap kader harus memulai dari diri sendiri dan menjaga konsistensi perjuangan organisasi,” ujarnya.
Selain itu, Izmi juga menilai forum halaqoh menjadi ruang penting untuk melakukan konsolidasi dan refleksi bersama, khususnya dalam menata arah baru pergerakan PMII di Kabupaten Bantul agar tetap relevan dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Akhmad Luthfi Aziz, M.Ag., yang merupakan peneliti sekaligus senior PMII Bantul, menyoroti pentingnya kemampuan kader dalam menghadapi persoalan organisasi secara terukur dan sistematis.
Menurutnya, setiap kader harus mampu mengenali potensi diri serta mengembangkan keterampilan yang dimiliki agar mampu mandiri dan berkontribusi secara nyata bagi organisasi.
Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan organisasi memerlukan sinergi antara generasi lama dan generasi baru, sehingga pengalaman dan inovasi dapat berjalan beriringan.
“Perbaikan dari generasi sebelumnya harus dirumuskan dengan arah yang jelas dan tujuan yang tegas agar proses kaderisasi dapat berjalan secara efektif,” katanya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Gus Firdaus Abdittawwab, menyampaikan bahwa tantangan utama kader PMII di wilayah Bantul justru terletak pada kondisi daerah yang relatif kondusif sehingga berpotensi menurunkan dinamika gerakan.
Ia mengibaratkan kompetensi kader PMII sebagai empat “kitab” yang harus dituntaskan, yaitu pemahaman keilmuan pesantren, kemampuan intelektual akademik, kesadaran sosial-politik, serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberanian menghadapi tantangan menjadi kunci utama dalam membentuk kader yang tangguh dan memiliki kapasitas kepemimpinan.
“Jika situasi terlalu nyaman, kader bisa kehilangan semangat untuk berkembang. Tantangan justru diperlukan untuk memantik kemajuan organisasi,” ujarnya.
Setelah sesi halaqoh, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sidang pleno yang meliputi pembahasan tata tertib konferensi, laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2024–2025, rapat komisi, hingga agenda pemilihan Ketua PC PMII Bantul.
Secara keseluruhan, kegiatan Konfercab III PC PMII Bantul berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan lancar.
