Sikapi Maraknya Kejahatan Jalanan di Kalangan Remaja, Kelompok BASMY (Barat SPBU Mistery) Akan Fokuskan Kegiatan di Bidang Sosial

Spread the love

Warto-Mbantul.Com_Fenomena gangguan kamtibmas selama bulan Ramadhan 2026 lalu cenderung mengalami trend kenaikan seiring dengan peningkatan mobilitas remaja yang marak diisi dengan aksi konvoi kelompok remaja pasca pelaksanaan sholat subuh di jalur-jalur strategis wilayah Bantul. Aktifitas massa yang seolah menjadi tradisi masyarakat Bantul tersebut selain menjadi ajang untuk mengisi kegiatan pasca sholat subuh, namun juga telah dimanfaatkan oleh kelompok remaja untuk menunjukkan eksistensinya kepada kelompok lain melalui aksi-aksi provokatif yang akhirnya berujung pada perkelahian massa.

Salah satu insiden yang melibatkan kelompok massa saat momentum bulan Ramadhan 2026 dan sempat viral di media sosial yaitu keributan yang melibatkan antara kelompok remaja BASMY (Barat SPBU Mistery) dengan kelompok lain yang terjadi pada hari Minggu tanggal 22 Februari 2026 di Jalur Lintas Selatan dekat Museum Gumuk Pasir Depok Parangtritis Kretek Bantul. Seperti diketahui, kelompok BASMY merupakan kumpulan remaja mayoritas berusia pelajar dengan basis massa di wilayah Dukuh Imogiri Bantul, dimana dalam aktifitasnya lebih banyak dilakukan melalui kegiatan nongkrong setiap akhir pekan dan liburan sekolah

Adanya kejadian tersebut secara umum telah memicu respon dari beberapa pihak, tidak terkecuali Supriawan selaku Pembina BASMY, dimana saat ditemui di Taman Imogiri pada Kamis (9/4) yang bersangkutan membenarkan keterlibatan anggotanya dan merasa prihatin karena terjadi diluar kendali serta tanpa sepengetahuan pengurus tersebut .

“ Setelah kejadian, saya telah berkoordinasi dengan seluruh anggota untuk tidak melakukan tindakan balasan yang justru hanya akan memperpanjang masalah. Selain itu juga menghimbau kepada anggotanya untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak tertentu yang dilakukan baik secara langsung maupun media sosial “ ucap Supri

Maraknya aksi kejahatan jalanan di kalangan remaja diakui oleh Supriawan telah berdampak pada eksistensi Anggota BASMY yang kegiatannya banyak diisi dengan aktifitas nongkrong pada malam hari. Oleh karenanya, pihaknya akan berupaya untuk lebih memberdayakan potensi anggota kearah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat

“ Untuk mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap Kelompok BASMY, kedepan kami akan lebih memfokuskan pada kegiatan di bidang sosial. Hal tersebut juga diharapkan mampu meminimalisir aktiifitas menyimpang remaja guna mendukung kondusifitas kamtibmas di wilayah Bantul “ pungkasnya (S&)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *