Kadus Tarudan Tegaskan Komitmen Tangkal Radikalisme Demi Jaga Kamtibmas Bantul

Spread the love

Warto-Mbantul.Com_Kepala Dusun Tarudan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Suwardiyono, menegaskan sikap tegasnya dalam menangkal masuknya paham radikal ke lingkungan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media pada Rabu, 18 Desember 2025. Ia menyebut bahwa kesadaran tokoh masyarakat menjadi kunci utama agar warga tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan dapat mengganggu ketertiban umum. “Tokoh masyarakat harus menjadi contoh dan penggerak agar lingkungan kita tetap aman dan rukun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suwardiyono menjelaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen warga. Ia mengaku terus mendorong keterlibatan aktif tokoh agama, tokoh pemuda, dan pengurus RT untuk membangun komunikasi yang sehat serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat. “Kalau pemahaman kebangsaan kuat, maka paham-paham radikal tidak akan mendapat ruang berkembang,” katanya kepada wartawan.
Dalam kesempatan tersebut, Suwardiyono juga menekankan pentingnya sinergitas antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan aparat keamanan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan terkendali. Ia menyatakan siap mendukung setiap upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui pendekatan persuasif dan pembinaan berkelanjutan. “Dengan kebersamaan, kewaspadaan, dan semangat kebangsaan, kita bisa menjaga Dusun Tarudan tetap aman dan ikut berkontribusi menjaga Bantul secara umum,” pungkasnya.

Selain itu, Suwardiyono mengungkapkan bahwa upaya pencegahan radikalisme harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung akar persoalan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif melalui dialog, pembinaan sosial, serta penguatan kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan yang moderat merupakan langkah efektif untuk membentengi warga dari pengaruh ideologi menyimpang. “Kami di tingkat dusun akan terus mengedepankan musyawarah dan kebersamaan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan gesekan,” tuturnya saat menjawab pertanyaan awak media.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah dusun siap menjadi penghubung antara masyarakat dan pihak terkait apabila ditemukan indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Dengan keterbukaan informasi dan koordinasi yang baik, Suwardiyono optimistis potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sejak dini. “Kami ingin warga merasa aman, nyaman, dan dilibatkan dalam menjaga lingkungannya sendiri. Jika semua elemen bergerak bersama, maka Bantul akan tetap kondusif dan jauh dari ancaman paham radikal,” tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *