IMABA Bantul Gelar Diskusi Penguatan Organisasi, Dorong Mahasiswa Aktif Cegah Klitih dan Bangun Daerah

Spread the love

Dikusi Imaba Cegah KlitihBantul – Ikatan Mahasiswa Bantul (IMABA) menggelar forum diskusi organisasi bertema “Silaturahmi dan Berbagi Inspirasi: Menguatkan Peran Mahasiswa dalam Menciptakan Perubahan Nyata bagi Bantul” di Omah Palem Bantul, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.55 WIB hingga 17.20 WIB itu dihadiri sekitar 20 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, senior, dan alumni IMABA. Hadir pula Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Bantul Dr. Titik Sunarti Widyaningsih, S.Pd., M.Pd. yang mewakili instansi tersebut.

Ketua IMABA 2026/2027, Nimas Sukma Puspita, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

“IMABA yang berdiri sejak 1983 harus terus menjadi wadah mahasiswa Bantul untuk berkembang, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Nimas dalam sambutannya.

Menurut dia, diskusi tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang evaluasi organisasi agar lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan sosial di Bantul.

Sementara itu, Sekretaris DISDIKPORA Bantul Titik Sunarti menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai IMABA memiliki potensi besar sebagai organisasi mahasiswa daerah yang mampu berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.

“IMABA ini berisi mahasiswa Bantul dari berbagai kampus di Yogyakarta. Kalau memiliki program yang baik, silakan diajukan, kami siap mendukung,” kata Titik.

Dalam sesi diskusi, sejumlah alumni menekankan pentingnya IMABA menyusun program unggulan yang lebih konkret dan berdampak langsung di masyarakat. Salah satu isu yang mencuat adalah peran mahasiswa dalam membantu pencegahan kenakalan remaja dan kejahatan jalanan atau klitih yang masih menjadi perhatian di DIY.

Alumni IMABA, Faisal, menilai mahasiswa Bantul perlu mengambil peran lebih besar dalam pembinaan generasi muda.

“IMABA jangan hanya fokus kegiatan seremonial. Harus ada program nyata seperti edukasi remaja dan pencegahan klitih karena itu menyangkut keamanan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain isu sosial, alumni juga mendorong agar IMABA menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, termasuk dalam pengembangan akademik anggota seperti pendampingan skripsi, penguatan jejaring, dan pengembangan kepemimpinan.

Diskusi juga menghasilkan sejumlah gagasan, di antaranya penguatan komunikasi internal, penyusunan program kerja inovatif, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan alumni.

Forum berlangsung dalam suasana santai namun penuh gagasan. Setelah coffee break, acara dilanjutkan dengan pengenalan alumni, sesi tanya jawab, hingga ramah tamah.

Melalui diskusi ini, IMABA menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai organisasi mahasiswa yang solid, progresif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi Kabupaten Bantul, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *