Bantul – Konferensi Pengurus Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Bantul XV tahun 2025 resmi digelar di Pendopo Parasamya, Komplek Kantor Bupati Bantul, Senin (21/7/2025) sore. Kegiatan yang dihadiri sekitar 100
peserta ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah gerak Ansor Bantul lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Konfercab, Nurdin Husein, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum evaluasi organisasi. “Kita berharap, Konfercab ini menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu membawa Ansor Bantul lebih maju dan responsif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
Sejumlah tokoh penting tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Kaisar Abu Hanifah, Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor H. Ahmad Rifqi Al Mubarok, Ketua PW GP Ansor DIY Abdul Muis, serta Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih. Selain itu, jajaran Forkopimda Bantul, Pengurus PCNU, MUI, serta perwakilan badan otonom NU turut meramaikan Konfercab ini.
Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Bantul, Lilik Budi Hartanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Konfercab. Ia juga melaporkan capaian program kerja selama masa kepemimpinannya, termasuk kegiatan Panen Raya Budidaya Lele sebanyak 12.000 kg yang dilaksanakan di Dusun Bungsing, Sendangsari, Pajangan, Bantul, pada pagi harinya.
“Selama periode 2021-2025, anggota Ansor Bantul tercatat sebanyak 600 orang, masih jauh dari target 1.000 anggota. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk meningkatkan partisipasi pemuda agar tertarik bergabung di Ansor,” ujar Lilik.
Lilik juga menyinggung perlunya penguatan pelatihan grafis dan IT bagi kader Ansor. Ia berharap dukungan dari para senior dan jajaran pengurus wilayah untuk mendorong pengembangan kapasitas kader di Bantul.
Sementara itu, Ketua PCNU Bantul, Prof. DR. H. Riyanto, menegaskan pentingnya Konfercab sebagai forum strategis yang tidak hanya membahas suksesi kepemimpinan, namun juga menyusun rencana besar organisasi untuk lima tahun ke depan. Ia mengingatkan agar pergantian kepemimpinan berjalan dengan baik dan penuh marwah.
“Ansor didirikan oleh para ulama, maka dalam proses pergantian kepemimpinan, kita harus menjaga marwah Nahdlatul Ulama. Kepemimpinan sahabat Lilik sudah baik, maka saat turun pun harus tetap dengan cara yang baik,” tegas Riyanto.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya mengingatkan agar Ansor tidak terjebak menjadi ormas yang hanya mengejar eksistensi namun justru meresahkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya profesionalisme anggota Ansor dalam peran dan profesinya masing-masing.
“Ansor itu sudah ada sejak 1934, jangan sampai Ansor menjadi seperti ormas-ormas baru yang hanya ingin menunjukkan eksistensi tapi malah meresahkan. Ansor harus fokus memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan profesinya masing-masing,” tegas Halim.
