W
arto-Mbantul.Com_Sebagai salah satu kelompok massa yang memiliki nama besar di wilayah Bantul, GMX Waton Serem diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata dalam membantu mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Tuntutan tersebut tidak terlepas dari fenomena ormas yang dalam aktifitasnya justru menimbulkan keresahan dan ketakutan masyarakat karena menunjukkan sikap anarkis dengan lebih menonjolkan pada kekuatan massa.
Pada era modern saat ini, organisasi kemasyarakatan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Perubahan sosial yang berlangsung cepat membuat keberadaan ormas tidak cukup hanya mengandalkan jumlah anggota dan kekuatan jaringan, tetapi juga harus mampu menunjukkan manfaat nyata bagi lingkungan.
Agenda kegiatan yang dilaksanakan hendaknya diarahkan pada program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan pemuda, serta kegiatan kemanusiaan. Keterlibatan secara langsung dalam kehidupan masyarakat akan membuat keberadaan ormas semakin dekat dengan warga dan membangun hubungan yang lebih harmonis.
Selaras dengan hal tersebut, GMX Waton Serem selama ini terlihat mampu mengimplementasikan perannya di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang seringkali dilakukan di wilayah Kapanewon Dlingo, dimana terakhir kali kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 12 Juli 2026 dalam bentuk pemberian bantuan donasi bagi pembangunan Ponpes Mambaul Hisan dan bantuan dana sosial kepada salah satu warga Kebosungu bernama Ibu. Munna yang mengidap leukemia stadium akhir.
Selaku Koordinator GMX Waton Serem, Adinka Nurrohim saat ditemui pada Minggu (9/8) mengatakan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan selama ini bersifat rutin dengan sumber pendanaan murni dari iuran anggota maupun para donatur yang menjadi mitra GMX Waton Serem.
“ Bhakti sosial menjadi program unggulan GMX Kota Jogja yang sengaja dicanangkan guna menumbuhkan empati anggota terhadap warga masyarakat kurang mampu, selain itu juga menjalin hubungan yang lebih erat dengan lapisan masyarakat di tingkat paling bawah “ ucapnya
Meskipun agenda bhakti sosial yang dilaksanakan GMX Waton Serem mendapat tanggapan positif dari masyarakat, namun dalam rangkaiannya dinilai masih menyisakan beberapa persoalan yang dapat memicu gangguan kamtibmas terutama saat pengerahan massa yang diwujudkan melalui aksi konvoi.
“Berkaitan dengan potensi pelanggaran hukum selama mobilitas massa GMX Waton Serem, kami akan memberikan arahan dan himbauan kepada seluruh anggota untuk meningkatkan ketertiban umum. Selain itu juga akan meningkatkan koordinasi dengan jajaran Kepolisian guna mendukung kamtibmas yang kondusif” pungkasnya (S&)
