BANTUL, WARTO MBANTUL – Perjuangan Walisongo Indonesia-Laskar Sabilillah (PWI-LS) Bantul melakukan audiensi dengan Polres Bantul, Senin (8/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang PPKO Polres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman No. 202, Bejen, Bantul, mulai pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Audiensi tersebut dihadiri Wakapolres Bantul KOMPOL Citra Fatwa R., S.Sos., S.I.K., M.M., M.I.K., bersama sejumlah perwakilan PWI-LS Bantul. Pertemuan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus membahas upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Bantul.
Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres Bantul menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara PWI-LS Bantul dengan pihak kepolisian dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.
“Kami berharap situasi di wilayah tetap aman, damai, dan kondusif. Oleh karena itu, mari bersama-sama berdiskusi secara terbuka, santun, dan saling menghormati demi situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bantul,” ujar Citra.
Wakapolres juga berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik. Dengan demikian, berbagai kegiatan yang diselenggarakan masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan tidak menimbulkan permasalahan.
Pihaknya juga mengimbau agar dalam setiap pergerakan PWI-LS Bantul dapat melibatkan pihak kepolisian dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan situasi kamtibmas.
“Diharapkan setiap pergerakan dari PWI-LS Bantul dapat melibatkan pihak Kepolisian pada keputusan yang akan diambil serta bersama-sama dapat berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Bantul yang toleran,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PWI-LS Bantul KH. Murtaqi Mabarun menyampaikan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah melakukan penolakan maupun pembubaran terhadap kegiatan pengajian maupun sholawat.
Namun demikian, PWI-LS Bantul berharap penyelenggara kegiatan dapat mempertimbangkan tokoh yang dihadirkan sebagai penceramah. Apabila mengundang habib sebagai penceramah, pihaknya berharap tokoh yang dipilih tidak memiliki polemik sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif.
“Selama ini PWI-LS tidak pernah menolak ataupun membubarkan kegiatan pengajian maupun sholawat. Harapan kami, apabila mengundang habib sebagai penceramah, hendaknya memilih tokoh yang tidak memiliki polemik agar kegiatan tetap berjalan aman dan kondusif,” ungkap Murtaqi.
Selain itu, PWI-LS Bantul menyampaikan perhatian terhadap sejumlah klaim mengenai nasab keturunan Nabi serta penyampaian sejarah Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurut PWI-LS Bantul, hal-hal tersebut perlu dikaji secara kritis agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, PWI-LS Bantul juga menyatakan kesediaannya untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bantul agar tetap kondusif.
Sinergi dan komunikasi antara PWI-LS Bantul dengan Polres Bantul diharapkan dapat terus terjalin dalam menyikapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya Kabupaten Bantul yang aman, damai, dan toleran.
