Pengesahan 61 Warga Baru PSHT Bantul Digelar 8 Juli 2026, Bupati Tekankan Pendekar Harus Berbudi Luhur

Read Time:2 Minute, 14 Second
Pengesahan 61 Warga Baru PSHT Bantul Digelar 8 Juli 2026, Bupati Tekankan Pendekar Harus Berbudi Luhur

Bantul – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bantul akan menggelar prosesi pengesahan warga baru pada Rabu (8/7/2026) di Sekretariat PSHT Cabang Bantul, Padukuhan Mangir Lor, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. Sebanyak 61 calon warga akan mengikuti prosesi yang menjadi puncak pendidikan dan pembinaan selama kurang lebih satu tahun.

Ketua PSHT Cabang Bantul, Tri Joko Santoso, mengatakan seluruh calon warga yang akan disahkan terdiri dari 47 laki-laki dan 14 perempuan yang berasal dari sejumlah ranting di Kabupaten Bantul serta perguruan tinggi.

“Semoga seluruh calon warga yang disahkan menjadi pribadi yang amanah, berbudi luhur, mampu membanggakan orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Prosesi pengesahan dijadwalkan berlangsung sejak sore hingga dini hari. Kegiatan diawali registrasi peserta, selamatan, penyampaian sambutan, doa bersama, kemudian dilanjutkan prosesi pengesahan warga baru, pemberian jurus kunci, wasiat organisasi, hingga penutupan pada Kamis dini hari.

Acara tersebut rencananya dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, Panewu Pajangan Anjar Arintaka Putra, unsur Polres Bantul, Koramil Pajangan, Pemerintah Kalurahan Sendangsari, serta jajaran pengurus dan dewan pengesah PSHT tingkat DIY maupun Cabang Bantul.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul menegaskan bahwa pengesahan warga baru bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan akhir dari proses pembentukan karakter yang menitikberatkan pada aspek jasmani, mental, spiritual, dan budi pekerti.

Menurutnya, kemampuan bela diri yang dimiliki seorang pendekar harus dibarengi dengan kemampuan mengendalikan diri serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

“Pendekar sejati bukanlah mereka yang hanya menguasai jurus, tetapi pribadi yang mampu mengendalikan diri, rendah hati, serta membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Abdul Halim Muslih.

Bupati juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai budaya Yogyakarta, seperti filosofi Sawiji, Greget, Sengguh, dan Ora Mingkuh, serta ajaran Mangasah Mingising Budi, Memasuh Malaning Bumi, dan Memayu Hayuning Bawana sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, sambutan Ketua Umum PSHT yang dibacakan pengurus cabang menegaskan bahwa malam pengesahan bukanlah akhir proses pembelajaran, melainkan awal bagi warga baru untuk menghayati nilai-nilai Persaudaraan Setia Hati Terate.

Para calon warga juga diingatkan agar menjaga nama baik organisasi, mempererat persaudaraan, serta terus mengembangkan prestasi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Bulan Suro disebut memiliki makna khusus bagi keluarga besar PSHT karena menjadi momentum memperkuat ikatan persaudaraan sekaligus melahirkan generasi baru yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sebanyak 61 calon warga yang akan disahkan berasal dari berbagai ranting, yakni Bantul Kota, Sewon, Kretek, Pajangan, Sanden, Pandak, Pleret, Pundong, Banguntapan, Piyungan, serta Komisariat Universitas PGRI Yogyakarta.

Panitia memperkirakan kegiatan akan diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas pengurus, warga PSHT, tamu undangan, serta keluarga calon warga. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan dengan pengamanan dari unsur kepolisian, TNI, dan panitia internal guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *