Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ajak Kader Aktif Jaga Kamtibmas di Kabupaten Bantul

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ajak Kader Aktif Jaga Kamtibmas di Kabupaten Bantul
Spread the love

warto-mbantul.com_ Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir dari dinamika reformasi pasca lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Di tengah euforia politik, desakan muncul dari warga Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah agar PBNU membentuk partai politik sebagai wadah perjuangan aspirasi politik kalangan nahdliyin. Menanggapi hal ini, PBNU membentuk Tim Lima yang dipimpin oleh KH Ma’ruf Amin dan dibantu oleh Tim Asistensi. Kedua tim ini bertugas merumuskan dasar pendirian partai dan menyusun kerangka ideologis yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi internal, PKB resmi dideklarasikan pada 23 Juli 1998 di Jakarta. Sejumlah tokoh besar NU, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Mustofa Bisri, dan KH Munasir Ali, turut menjadi penggagas dan pendukung utama pendirian partai ini. PKB hadir sebagai partai yang berbasis ahlussunnah wal jamaah, menjunjung tinggi nilai demokrasi, keislaman moderat, serta komitmen terhadap keutuhan bangsa dan negara. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bantul saat ini dipimpin oleh H. Abdul Halim Muslih, yang juga menjabat sebagai Bupati Bantul. Di posisi Sekretaris, terdapat H. Subhan Nawawwi, anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Komisi D. Sementara itu, posisi Bendahara DPC PKB Bantul diamanahkan kepada Sdri. Munawaroh, S.Th.I. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bantul, Subhan Nawawi, menegaskan komitmen partainya dalam mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Bantul.

Saat ditemui di kediamannya, Subhan menyampaikan bahwa PKB memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah, yakni sama-sama berorientasi pada kepentingan rakyat Indonesia. “Antara PKB dan pemerintah ada kesamaan, yakni sama-sama untuk rakyat Indonesia, sehingga sejalan dalam membangun bangsa ini,” ujarnya. Subhan juga menyambut baik ajakan dari berbagai pihak, termasuk partai politik lain dan aparat penegak hukum, untuk bermitra dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menilai sinergi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif di masyarakat. “Kami juga sangat senang sekali untuk diajak bermitra dari partai dan penegak keamanan sehingga bisa bersinergi untuk menciptakan situasi di wilayah Kabupaten Bantul. Kami akan mengajak kader aktif dan anggota untuk ikut serta menjaga kamtibmas agar situasi tetap terjaga aman dan kondusif,” tegasnya. DPC PKB Bantul berkomitmen untuk mendorong peran aktif para kader dan simpatisan dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan, terutama menjelang momentum-momentum penting seperti pemilu atau kegiatan masyarakat berskala besar.

“Di Kabupaten Bantul, salah satu aspirasi masyarakat adalah soal ketahanan pangan. Oleh karena itu, program-program pemerintah daerah harus benar-benar menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” Lebih lanjut, PKB menilai bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bantul. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi menjadi prioritas yang mendesak. “Bantul masih didominasi oleh sektor pertanian, sehingga kami mendorong adanya pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya sistem irigasi. Ini penting agar produktivitas petani bisa meningkat dan ketahanan pangan bisa terjaga,” tambahnya. Sebagai partai yang mengusung semangat rahmatan lil ‘alamin, PKB menegaskan bahwa seluruh kadernya harus hadir di tengah masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. “PKB harus bisa menjawab berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Maka kader-kader kami dituntut untuk aktif turun ke lapangan, tidak hanya menghadirkan kegiatan seperti pengajian, tapi juga menyusun program yang betul-betul relevan dengan kebutuhan warga,” pungkasnya. DPC PKB Bantul menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berbasis pada potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *