TOLAK KANDANG AYAM PETELUR, WARGA PONGGOK JERUKAN TETAP KOMPAK JAGA KAMTIBMAS

TOLAK KANDANG AYAM PETELUR, WARGA PONGGOK JERUKAN TETAP KOMPAK JAGA KAMTIBMAS
Spread the love

Warto-Mbantul.Com_Warga Pedukuhan Ponggok Jerukan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, menyatakan penolakan terhadap keberadaan kandang ayam petelur di wilayah permukiman mereka. Meskipun menyuarakan penolakan secara tegas, warga sepakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Penolakan disampaikan melalui forum warga yang digelar, di mana mayoritas warga menyatakan kekhawatiran terhadap dampak bau tak sedap, pencemaran lingkungan, dan potensi gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh usaha ternak ayam petelur. Meski demikian, warga menunjukkan sikap dewasa dengan tetap mengedepankan musyawarah dan menghindari tindakan provokatif.

“Kami tidak menolak pelaku usaha, tapi kami berharap usaha ternak tidak didirikan di tengah permukiman yang padat. Kami sepakat untuk menyampaikan penolakan secara tertib dan tetap menjaga hubungan baik antarwarga,” ujar salah satu tokoh masyarakat, usai pertemuan warga.

Sikap warga tersebut diapresiasi oleh pemerintah kalurahan. Lurah menyampaikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi dialog antara warga dan calon pemilik usaha untuk mencari solusi terbaik. “Kami akan menampung semua aspirasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak terjadi gesekan di masyarakat,” jelasnya.

Situasi di Pedukuhan Ponggok Jerukan hingga saat ini masih terpantau aman dan terkendali. Aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut hadir dalam pertemuan warga sebagai bentuk antisipasi dan pengawalan agar tidak muncul potensi konflik.

Kapolsek, dalam keterangannya, mengapresiasi langkah warga yang tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan pendapat. “Ini adalah contoh yang baik. Meski ada penolakan, tapi warga tetap komit menjaga suasana damai. Tentu ini harus kita dukung bersama,” katanya.

Dengan semangat guyub dan musyawarah, warga Ponggok Jerukan berharap keputusan terkait pendirian kandang ayam petelur dapat mempertimbangkan kepentingan bersama, khususnya menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan bagi seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *