WARGA SUARAKAN PENOLAKAN PENAMBANGAN PASIR DI SUNGAI PROGO, ASPIRASI DISAMPAIKAN SECARA TERTIB DAN KONDUSIF

WARGA SUARAKAN PENOLAKAN PENAMBANGAN PASIR DI SUNGAI PROGO, ASPIRASI DISAMPAIKAN SECARA TERTIB DAN KONDUSIF
Spread the love

Warto-mbantul.com_Suasana di sekitar bantaran Sungai Progo tampak berbeda dalam beberapa hari terakhir. Puluhan warga dari berbagai dusun berkumpul, bukan untuk berdemo atau berunjuk rasa, melainkan menyampaikan aspirasi mereka secara tertib kepada pengelola tambang. Inti dari aspirasi itu jelas: menolak rencana penambangan pasir oleh CV BKS yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan.

Kekhawatiran Akan Dampak Lingkungan

Bagi masyarakat sekitar, Sungai Progo bukan hanya sumber pasir, tetapi juga penopang kehidupan. Airnya digunakan untuk irigasi pertanian, sumber air bersih, hingga menjadi habitat berbagai spesies ikan. Rencana penggunaan alat berat dalam proses penambangan dinilai akan mempercepat kerusakan bantaran sungai, memperburuk kualitas air, bahkan memicu erosi yang dapat mengancam permukiman warga.

Seorang tokoh masyarakat menyampaikan, “Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami ingin aktivitas yang dilakukan tetap ramah lingkungan. Sungai ini adalah warisan untuk anak cucu kami.”

Penyampaian Aspirasi Secara Damai

Warga memilih jalur yang elegan untuk menyampaikan penolakan mereka. Alih-alih melakukan aksi konfrontatif, mereka mengirimkan surat keberatan resmi kepada pemerintah daerah, mengadakan forum diskusi dengan tokoh masyarakat, serta meminta pertemuan mediasi dengan pihak perusahaan. Semua dilakukan dengan mengedepankan ketertiban dan menjaga keamanan lingkungan sekitar.

Selama proses penyampaian aspirasi, situasi tetap terkendali dan aman. Tidak ada provokasi, tidak ada kericuhan. Warga bahkan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah prioritas, sekaligus wujud komitmen mereka dalam mendukung kondusivitas wilayah Bantul.

Apresiasi Pemerintah dan Harapan Warga

Pemerintah daerah menyambut positif langkah warga yang menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang santun. Pejabat terkait menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga dengan mengkaji ulang rencana penambangan dan mempertimbangkan dampak lingkungan secara menyeluruh.

Warga berharap proses mediasi dapat berjalan secepatnya, sehingga keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Menjaga Sungai Progo, Menjaga Kehidupan

Bagi warga, perjuangan ini bukan semata soal menolak aktivitas ekonomi, tetapi tentang memastikan alam tetap terjaga. Sungai Progo bukan hanya aliran air, tetapi sumber kehidupan yang harus diwariskan dalam keadaan baik kepada generasi berikutnya.

“Kami percaya, aspirasi yang disampaikan dengan cara damai akan didengar dan dihargai. Harapan kami sederhana: Sungai Progo tetap lestari, masyarakat tetap aman, dan pembangunan berjalan dengan bijak,” ujar salah satu perwakilan warga.

Dengan semangat menjaga kelestarian dan ketertiban, warga Sungai Progo memberi contoh bahwa menyampaikan aspirasi tidak harus menimbulkan konflik. Mereka membuktikan, kepedulian terhadap lingkungan dapat disuarakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *