Carok Bukanlah Solusi,,Paguyuban Warga Madura Bantul Pilih Langkah Hukum Dalam Penyelesaian Masalah

Spread the love

Warto-Mbantul.Com_Kasus penganiayaan dan pengrusakan terhadap salah satu Toko Kelontong Madura di wilayah Babarsari Sleman oleh oknum warga Papua telah berdampak besar terhadap situasi keamanan masyarakat yang mengarah pada gesekan antar kelompok, pasalnya permasalahan tersebut telah mengarah pada isu SARA dengan beredarnya Surat dari KMY (Keluarga Madura Yogyakarta) Nomor : 015/P/KMY/II/2025 yang ditujukan kepada Hendardo Novriansiroen selaku Tokoh Papua di Yogyakarta dan berisi tantangan untuk melakukan carok apabila yang bersangkutan tidak memberikan jaminan untuk tidak lagi melakukan gangguan terhadap masyarakat Madura di Yogyakarta.

Terbitnya Surat KMY (Keluarga Madura Yogyakarta) tersebut memunculkan berbagai tanggapan berbeda dari kalangan warga Madura, dimana pihak yang kontra menginginkan agar permasalahan dapat diselesaikan secara damai mengingat pelaku telah di proses melalui jalur hukum oleh Polresta Sleman. Disisi lain, juga muncul sebagian kelompok warga Madura yang tetap bersikukuh untuk menyelesaikan permasalahan secara adat karena telah merasa resah dengan tindakan oknum Papua yang terus mengganggu keamanan dan kenyamanan warga Madura dalam mencari nafkah di wilayah Yogyakarta.

Kasus hukum yang melibatkan antara kelompok Madura dan kelompok Papua secara tidak langsung juga dirasakan oleh warga Madura di wilayah Bantul yang tergabung dalam Paguyuban Warga Madura Bantul. Cak Alif selaku tokoh Madura yang dituakan di wilayah Bantul, saat ditemui di kediamannya pada Minggu (09/03) menyadari adanya potensi gangguan kamtibmas yang dapat muncul dari perbedaan pandangan di tingkat akar rumput yang cenderung lebih memilih untuk menyelesaikan permasalahan secara adat.

“ Masih kentalnya budaya lokal yang dijunjung tinggi oleh sebagian warga Madura dalam menyelesaikan suatu permasalahan menjadi salah satu kendala dalam upaya mewujudkan perdamaian pasca terjadinya kasus penganiayaan dan pengrusakan terhadap Toko Kelontong Madura di wilayah Babarsari Sleman “ ucap Cak Alif

Mensikapi adanya perbedaan pandangan tersebut, Cak Alif telah mengambil langkah nyata dengan menggelar silaturahmi diantara warga Madura Bantul bertempat di Pedukuhan Pedak Wijirejo Pandak Bantul. Dalam kesempatan tersebut, ia juga turut mengundang Kapolres Bantul untuk melakukan himbauan-himbauan kamtibmas tentang pentingnya menjaga situasi kondusif terkait permasalahan yang melibatkan kelompok Madura dan Papua

“ Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung terciptanya situasi kondusif pasca penyelesaian masalah dengan kelompok Papua, kami menyatakan siap melaksanakan himbauan dari Polres Bantul untuk tidak bersikap reaktif dan bertindak diluar ketentuan hukum yang berlaku “ pungkasnya (S&)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *