Musda XXVI IPM Bantul Resmi Ditutup, Emran Rabbani Hasmi Terpilih Pimpin IPM Bantul Periode 2026–2028

Read Time:3 Minute, 19 Second
Musda XXVI IPM Bantul Resmi Ditutup, Emran Rabbani Hasmi Terpilih Pimpin IPM Bantul Periode 2026–2028

Bantul – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Bantul sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XXVI selama dua hari, Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026, dengan mengusung tema “Gerakan Pelajar Muhammadiyah Kreatif untuk Masa Depan yang Progresif”. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan di Aula Gedung Pertemuan Bantul, Kompleks Perkantoran Pemda II Bantul, kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang musyawarah di SMK Muhammadiyah 1 Bantul dan Aula Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4 hingga penutupan.

Musda diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus dan kader IPM se-Kabupaten Bantul, serta dihadiri sejumlah tokoh dari unsur Pemerintah Kabupaten Bantul, Muhammadiyah, Aisyiyah, legislatif, dan organisasi otonom Muhammadiyah. Hadir di antaranya Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta, Ketua PDM Bantul Arba Riksawan Qomaru, Ketua PDA Bantul Farida Ulfa Ma’rifah, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, jajaran anggota DPRD DIY dan DPRD Bantul, serta pengurus PW IPM DIY.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Ketua PD IPM Bantul periode 2024–2026, Syauqi Marsa Taqiyuddin, menyampaikan bahwa perjalanan kepengurusan selama lebih dari dua tahun menjadi proses pembelajaran yang berharga dalam membangun kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi organisasi yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan, tetapi juga momentum menentukan arah gerakan IPM Bantul melalui lahirnya kepemimpinan baru yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sekretaris PW IPM DIY, Saskya Phyvseta VTS, mengapresiasi berbagai capaian yang berhasil diraih PD IPM Bantul selama kepemimpinan Syauqi Marsa Taqiyuddin. Menurutnya, IPM Bantul menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi salah satu contoh pengelolaan organisasi pelajar yang aktif, inovatif, serta mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ketua PDM Bantul, Arba Riksawan Qomaru, menekankan pentingnya peran IPM sebagai wadah pembinaan generasi muda Muhammadiyah di tengah tantangan perkembangan teknologi, krisis moral, dan dinamika sosial. Ia mengajak kader IPM untuk terus meningkatkan kualitas literasi, kepemimpinan, serta kepedulian sosial sehingga mampu menjadi pelopor perubahan positif di kalangan pelajar.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IPM Bantul yang selama ini konsisten membina generasi muda Islam yang berkarakter, religius, dan memiliki kepedulian sosial. Menurutnya, tema Musda “Gerakan Pelajar Muhammadiyah Kreatif untuk Masa Depan yang Progresif” sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkolaborasi dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Bantul.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda organisasi berupa sidang pleno, pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, penyusunan rekomendasi organisasi, serta pemilihan kepengurusan baru PD IPM Kabupaten Bantul periode 2026–2028.

Pada penutupan Musda yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran UAD Kampus 4, Ketua Panitia Salma Qothrunnada menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Musda dapat terlaksana dengan baik.

Melalui mekanisme musyawarah yang telah disepakati peserta, Musda XXVI menetapkan Emran Rabbani Hasmi sebagai Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Bantul Periode 2026–2028, didampingi Zulfa El Azka sebagai Sekretaris.

Dalam pidato perdananya, Emran Rabbani Hasmi menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan serta mengajak seluruh pengurus di 11 cabang dan 43 ranting IPM Kabupaten Bantul untuk memperkuat sinergi, menjaga kekompakan, serta melanjutkan program-program positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan guna meningkatkan kontribusi IPM bagi masyarakat.

Ketua PD IPM DIY periode 2026–2028, Syauqi Marsa Taqiyuddin, yang turut memberikan sambutan pada penutupan, optimistis kepengurusan baru mampu membawa IPM Bantul menjadi organisasi pelajar yang semakin maju. Menurutnya, tantangan generasi muda ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, progresif, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan organisasi.

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Ketua PDM Kabupaten Bantul Sumarna mengingatkan bahwa kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah merupakan amanah sekaligus ruang pengabdian kepada umat. Ia berharap kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi internal bersama seluruh cabang dan ranting guna menyamakan persepsi dalam menjalankan program kerja serta memperkuat peran IPM sebagai motor penggerak literasi, pembinaan moral, dan kaderisasi pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Bantul.

Seluruh rangkaian Musyawarah Daerah XXVI Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Bantul berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *