Warto-Mbantul.com_ Masyarakat Padukuhan Ngablak, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, menunjukkan sikap dewasa dan bijak dalam menyikapi kondisi darurat pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Di tengah meningkatnya aktivitas pembuangan sampah akibat keterbatasan kapasitas dan penutupan sementara beberapa jalur, warga tetap mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Kepala Dukuh Ngablak menyatakan bahwa masyarakat setempat memahami kondisi darurat ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi krisis pengelolaan sampah yang saat ini sedang terjadi.
“Kami mengimbau warga untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Ini situasi darurat yang perlu kita sikapi dengan tenang dan saling mendukung,” ujarnya.
Sejumlah tokoh masyarakat juga menyampaikan komitmen mereka untuk membantu pengawasan lingkungan dan menjaga agar tidak terjadi konflik atau gangguan kamtibmas di wilayah sekitar TPA. Mereka berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi jangka panjang agar persoalan sampah tidak terus berlarut-larut.
Pihak kepolisian setempat turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas. Kapolsek Piyungan menyebutkan bahwa komunikasi yang baik antara warga, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi seperti ini.
“Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat penting. Kami siap menjaga dan mengawal wilayah agar tetap aman, serta terbuka terhadap aspirasi warga,” ungkapnya.
Pembuangan sampah secara darurat di TPA Piyungan dilakukan karena volume sampah di wilayah DIY semakin meningkat, sementara beberapa sistem pengelolaan belum dapat berjalan optimal.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Ngablak membuktikan bahwa stabilitas sosial dapat tetap terjaga meski di tengah tantangan lingkungan dan keterbatasan infrastruktur.
